Senin, 14 Juli 2014

Obsesi Berganti-Ganti Pasangan. Tanda Hiperseks?

Hubungan seksual memberikan kesenangan bahkan kebahagiaan jika pasangan suami istri (pasutri) saling terpuaskan. Namun, bagaimana jika kejenuhan seksual muncul, apalagi jika pasangan memiliki kecenderungan mencari pengalaman seksual dengan banyak perempuan?

Kasus yang menghebohkan dari musisi mirip Ariel dan beberapa teman wanitanya bisa menjadi contoh. Meskipun pemusik tersebut belum memberikan pernyataan resminya, tetapi perilaku pria dalam video tersebut telah dibahas dari berbagai sisi. Beberapa pihak menyikapi kasus ini berbeda. Satu persamaan sikap yang bisa ditarik, perilaku seksual seperti ini tidak bisa didiagnosis begitu saja tanpa ada konsultasi langsung dengan individunya.

Minggu, 13 Juli 2014

Harus Tahan Lama Lawan Pasangan Hiperseks



FOREDI adalah sebuah gel herbal yang ampuh untuk mengatasi ejakulasi dini. Ejakulasi Dini adalah sebuah kondisi yang kerap terjadi pada pria. Bahkan ada yang mengatakan sampai 80% orang pernah mengalami ejakulasi dini. Intinya saat hubungan intin tidak bertahan lama. waah.. bisa kacau kalau pasangan istri minta terus kan.

Nah, ini lah solusinya. Menyehatkan penis anda, rekomendasi Boyke Dian Nugraha. Produk ini terbuat dari herbal ramuan asli Indonesia banyak dan terbukti menolong pasutri yang mengalami masalah ejakulasi dini atau mereka yang ingin lebih tahan lama dan menikmati hubungan intim.

Foredi tidak membuat penis mati rasa. Karena herbal, foredi justru menyehatkan penis, sehingga membuat anda benar-benar perkasa di hadapan istri.

Oh ya, foredi khusus untuk anda yang masih bisa berdiri yaa.. artinya penis masih normal, tidak lemah syahwat. Foredi jadi terapi yang membuat penis lebih sehat dan tahan lama.

Beli foredi Hubungi Faqih. 081252495264/ 085746964114. Anda tinggal menyebutkan alamat anda, transfer harga dan ongkos kirim. Foredi diantar sampai rumah anda  dengan kemasan privasi melalui POS, JNE atau yang lainnya. Salam kenal, ini Facebook saya.


Kenapa jadi Hiperseks? Sebabnya Apa?


Pada pasangan pengantin baru atau mereka yang terpisah cukup jauh dengan tenggang waktu lama, biasanya, aktivitas hubungan seks menjadi tinggi. Namun tingginya frekuensi tersebut lebih diwarnai oleh tingginya dorongan atau kebutuhan seksual semata-mata, bukan oleh sebab-sebab tertentu yang menjadi ciri utama perilaku hiperseks, demikian seperti yang dikutip dari iniunik.web.id

Dari frekuensi hubungan seks memang bisa dilihat apakah seseorang hiperseks atau tidak, yakni bila frekuensinya melebihi ukuran normal. Dari ukuran normal ini, bila terjadi peningkatan drastis, semisal jadi 3-4 kali sehari atau rata-rata 20 kali per minggu, barulah bisa dicurigai salah seorang di antara mereka menderita kelainan/gangguan seksual yang dinamakan hiperseks. Penderitanya bisa cowok, bisa juga cewek.

Lalu bagaimana tanda-tanda hiperseks pada cowok maupun cewek?

Apa Saja Sebagian Tanda Hiperseks?

Pria atau wanita yang hiperseks atau hypersex yakni punya keinginan yang tinggi untuk selalu berhubungan seks kapanpun dan dimanapun terkadang tidak bisa dikenali dengan mudah. Namun perilaku hiperseksual pada seseorang sebenarnya bisa dikenali dari gaya hidupnya, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan percintaan maupun perilaku seksualnya.

Dokter I Gusti Ngurah Adhiarta, konsultan seksologi yang juga dokter spesialis penyakit dalam (SpPD ) mengatakan, "Seseorang yang memiliki kelainan seksual yaitu hiperseksual hampir tidak bisa menahan dorongan seksualnya sehingga selalu ingin dilampiaskan." "Akibat kelainan ini penderita tidak mampu menolak godaan atau dorongan melakukan suatu perilaku seks yang merugikan buat diri sendiri maupun orang lain," kata dokter yang berpraktek di RS Hasan Sadikin Bandung tersebut menambahkan.

Menurut dokter Adhiarta, gejala hiperseks pada seseorang sangat bervariasi sesuai jenis dan tingkat keparahan. Sementara hasrat untuk masuk dalam perilaku ini bisa bersifat menahun dan di luar kendali. Gejala-gejalanya bisa terlihat dari gaya kehidupan percintaannya. Berikut ini adalah gejala atau ciri-ciri orang yang punya perilaku hiperseks atau gila seks dalam kehidupan sehari-hari :

Sabtu, 12 Juli 2014

Libido Saya Tinggi, Saya Hiperseks? Bagaimana Solusinya?


Saya merasa, dalam usia 36 tahun sekarang ini, gairah seks saya meluap-luap. Padahal sebelum-sebelumnya tidak demikian. Cukup sekali atau dua kali setiap melakukan making love, itu sudah cukup. Namun sekarang, saya menginginkan lebih, sementara suami saya (43 tahun) mungkin karena kecapean akibat kesibukannya di kantor, terbiasa melakukan hubungan seks 1-2 kali setiap berhubungan badan.
Dengan anak tiga orang (1 laki-laki, 2 perempuan), saya dan suami memutuskan cukup dan tidak ingin menambah anak lagi. Maka, sejak tahun lalu, saya menjalani KB suntik. Dan, kami kini merasa bebas berhubungan badan kapan saja. Masalahnya, mengapa gairah seks saya meluap-luap? Apakah ada kelainan pada diri saya? Bagaimana mengajak suami agar mau berhubungan lebih dari 1-2 kali setiap melakukan hubungan badan?
Terus terang, dokter, saya jadi sering pusing. Apakah hal ini terkait dengan hubungan seks kami yang kurang akibat gairah meluap-luap yang tak terlampiaskan?
Ibu NA – Pondok Kelapa, Jakarta Timur

Jawaban Dokter Boyke:

Betulkah Saya Hiperseks





KEINGINAN saya berhubungan seks sangat tinggi. Pagi, sore, dan malam selalu ingin bercinta dengan suami. Kadang suami sampai tak mampu melayani. Betulkah itu semua merupakan tanda-tanda hiperseksual?

“Saya seorang istri berumur 34 tahun, sudah dua tahun menikah. Kami belum punya anak. Sebelum menikah saya tidak pernah melakukan hubungan seks. Pertanyaan saya, apakah tanda-tandanya bahwa seseorang hiperseks atau tidak? Masalahnya keinginan saya untuk melakukan hubungan seks tinggi sekali. Setiap malam saya selalu meminta lebih dari satu kali kepada suami.

Pagi harinya, sebelum berangkat ke kantor, saya selalu mengajaknya bercinta sekali lagi. Sore hari, sepulangnya dari kantor, belum sampai dia istirahat dan berganti baju, saya sudah mengajaknya ke kamar. Walau tidak melakukan hubungan seks, saya tidak apa-apa. Yang penting dapat bercinta, minimal ciuman atau saya merangsang dia.

Suami tampaknya tidak keberatan, walau kadang tidak mampu berhubungan seks lagi. Tapi saya senang kalau dia mau bercinta dan tidak keberatan bila saya merangsangnya. Jadi, walau tidak berakhir dengan hubungan seks, saya puas. 

Masalah muncul karena belum lama ini dia mengatakan,